Membentuk Generasi Berkarakter: Kolaborasi Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran dan DKM Al-Ikhlas melalui Program "ULAS"
Oleh: Ahyarul Fitriadin
|
Rabu, 01 Juli 2026 | 07:00 WIB
PANGANDARAN, ydgp.org – Menjawab tantangan era digital bagi anak-anak di Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran bersinergi dengan DKM Al-Ikhlas meluncurkan sebuah terobosan edukatif bernama ULAS ("Ulin Anak Syariah"). Program yang berlokasi di Dusun Pasirtenjo ini dirancang sebagai antitesis terhadap kecanduan gawai (gadget) dengan memadukan unsur kearifan lokal dan nilai-nilai religius.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memanfaatkan masa liburan panjang sekolah yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2026.
Bendahara umum Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran, Ust. Abdul Muiz Ali Mubarok, atau yang akrab disapa Ust. Amam, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah preventif yang krusial. "Kegiatan liburan panjang anak sekolah ini kami gagas sebagai langkah antisipasi agar anak-anak terhindar dari kecanduan gadget dan kebiasaan berkendara motor di bawah umur yang sangat berbahaya," ujar Ust. Amam, Rabu (01/07).
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pengawasan ketat. "Selama program berlangsung, anak-anak dipantau dan diawasi penuh oleh panitia selama 24 jam. Kami ingin memberikan pengalaman liburan yang bermanfaat melalui pengenalan berbagai permainan tradisional, mulai dari gatrik, berenang di sungai, pecle, sapintrong, hingga permainan congklak," tambahnya.
Selain penguatan fisik dan sosial melalui permainan tradisional tersebut, anak-anak juga dibimbing dalam pembiasaan ibadah yang disiplin. Rutinitas ibadah wajib dan sunnah menjadi fondasi program, mulai dari salat Duha di pagi hari, kedisiplinan melaksanakan salat Tahajud, hingga pengajian rutin pada waktu Subuh dan malam hari.
Program yang mendapat dukungan dari Sekolah Alam Pangandaran dan Dumay ini diharapkan menjadi model pengembangan karakter yang holistik. Dengan menyelaraskan aktivitas ibadah yang khusyuk, pengajian yang rutin, serta keceriaan permainan tradisional, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran dan DKM Al-Ikhlas optimis dapat mencetak generasi muda di Pangandaran yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakar pada budaya lokal.